Selasa, 02 Februari 2016

0 diary part#24 (Gagal Itu Gaul)


“Gagal Itu Gaul” yang dimaksud dalam judul bukanlah kami membenarkan bahwa gagal itu perlu, namun lebih kearah bagaimana sebaiknya kita menyikapi kegagalan itu sendiri.

Kenapa Gagal Itu Gaul ??
Jelas, karena setiap orang yang gagal pasti dia sudah berusaha memperjuangkan tujuannya.
Dan dalam berusahaa itulah terdapat komunikasi secara team, bertanya pada orang lain dll. itu bisa terjadi.. itulah kenapa orang yang pernah gagal pasti “gaul”.

Anda Mau Gak Pernah Gagal??
Gampang saja caranya, kalo gak mau gagal ya gak usah mencoba apa-apa. Dan inilah orang yang sangat merugi jika berprinsip “gak usah aneh-aneh lah daripada gagal”.
Sejalan dengan kalimat Albert Einstein “seseorang yang gak pernah gagal sebenarnya orang yang gak pernah mencoba”.

Cara Memandang Gagal!!
Kalaupun kita belum bisa mencapai keberhasilan sesuai yang diharapkan, sebenarnya gagal adalah guru paling baik untuk menciptakan “cara” berjuang selanjutnya.
Orang yang semakin sering gagal, sebenarnya merupakan orang yang cerdas, karena sesungguhnya gagal itu punya “jatah” jumlahnya dalam hidup.

Contoh :
Saya sbenarnya punya jatah gagal 20 kali untuk mengejar mimpi menjadi “X”, nah semakin kita berani coba dan habiskan jatah gagal kta, semakin dekat akan mencapai tujuan itu.

Itulah kenapa orang yang gak mau bergerak akan menyesal dihari tua kelak, karena mereka kurang banyak “mencoba” untuk habiskan jatah gagal.

So,
Setelah susun apa mimpi mu, mari mulai detik ini juga, sekecil apapun langkah kita, “cobalah, cobalah dan cobalah, habiskan jatah gagalmu sesegera mungkin”.

Berkacalah pada Thomas Alva Edison dengan 9.955 kali gagal menciptakan lampu pijar.
Berkacalah pada Michael Jordan dengan 9000 kali tembakannya ke ring basket meleset.

Bersahabatlah dalam cara memandang “gagal”, karena justru orang yang semangat mencoba dan menghabiskan jatah gagal, dia lah calon orang besar!!


Jumat, 29 Januari 2016

0 diary part#23 (Antusiasme)


Antusiasme, dalam bahasa inggris “anthusiasm” dan semua berasal dari kata yunani “Anthos”

Apa arti “Anthos” sebenarnya???
Ternyata artinya adalah : “Tuhan ada pada diri seseorang”

Itulah kenapa, kata “antusias” disejajarkan dengan ketulusan seseorang dalam memberikan “perhatian” dan “layanan” yang sangat-sangat luar biasa.

Karena semakin kita tau arti “anthos” itu, patutlah kita semakin malu jika melayani sesuatu dengan apa adanya, padahal “di dalam diri kita, Tuhan selalu ada”.

So,
Mari kita berikan “pelayanan” terbaik dengan menjunjung kata “antusias”, baik bagi keluarga, rekan sejawat, dan lingkungan kita.

Semakin banyak kita menabur “benih antusias”, alhasil buah “kebaikan dari Tuhan” pasti dapat kita panen.


Senin, 25 Januari 2016

0 diary part#22 (Konsistensi)


Sederhana saja buka artikel ini dengan kalimat yang cukup fenomenal dari pendekar kungfu yang sangat fenomenal “Bruce Lee”.

Beliau pernah mengeluarkan statement “aku tak gentar dengan orang yang berlatih 10000 tendangan dalam 1 waktu, tapi aku gentar dengan orang yang berlatih 1 tendangan dalam 10000 waktu”.

Kalimat Bruce Lee diatas sangatlah memiliki makna yang dalam tentang apa itu “konsistensi”.

Ya, hanya orang dengan konsistensi berlatih menajamkan skill dan mengejar mimpi lah yang dapat menghasilkan “energi” besar dalam peta persaingan.

Konsistensi bukan berarti melakukan hal yang “sama”, namun lebih kearah menjaga “tujuan” besar dengan melakukan hal-hal yang terus memiliki level semakin tinggi tiap harinya.

Adalah Rasulullah SAW beserta para khulafaurasyidin dapat kita jadikan contoh terbaik dalam menjaga “konsistensi” nya mengajarkan dan menebar kebaikan di muka bumi.

Itulah kenapa dalam Islam juga disebutkan “Allah lebih suka hamba yang melakukan amalan kecil namun sering daripada amalan besar namun sekali saja”.

So,
Tetap jaga konsistensi atas mimpi-mimpimu, karena sesuai dengan pepatah bijak “saat kita mengatakan menyerah, sebenarnya kita sangat dekat dengan keberhasilan”.


Sabtu, 23 Januari 2016

0 diary part#21 (Temukan PASSION mu)


PASSION !!! (Gairah — Energi Besar)
Adalah anugerah dari Tuhan yang sudah ditanam dalam tiap-tiap diri manusia, namun tak semua orang bisa menemukan dan mengikuti “passion” nya.

Apa tanda nya jika seorang ketemu “PASSION”.
Mudah saja menandakan “passion” itu apa, yang jelas saat kita bertemu dengan “passion”, kita akan melakukan dan mengejarnya dengan energi penuh, sekuat tenaga namun “enjoy” dan “menyenangkan”.

Bahkan, jika tak melakukannya, pasti akan merasakan “kegelisahan” tersendiri.. “Passion” juga membuat orang tak tanggung-tanggung mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya lebih untuk “mengasah” nya.

Bisakah kita tak mengikuti PASSION???
Jawabannya “sangat bisa”, karena tak semua orang berani mengambil keputusan besar untuk mengikuti “passion” nya,

Passion Dan Hobi.
Keduannya mirip, namun “passion” lebih dekat dan erat dengan visi dan misi seseorang dalam hidupnya.. Bahkan orang yang sangat bahagia adalah ketika apa yang dikerjakan sudah selaras dengan “passion” bahkan “berpenghasilan” darinya.

Rumus singkat agar bertemu “PASSION”.
Steve Jobs bilang “connecting your dots” !!!
Ya, kita sebenarnya bisa menghubungkan kesenangan-kesenangan kita dari saat kecil, remaja, hingga saat ini. Hubungkanlah kesenangan-kesenangan itu (dalam hal positif) menjadi sesuatu yang lebih untuk bisa memberi kita semangat dalam hidup ini.

So,
Gak ada yang gak mungkin, coba temukan “passion” mu, dan bersiaplah merasakan ledakan-ledakan luar biasa yang kita tak bisa membendung apalagi membohonginya.
Tapi tetap ada kata kunci yakni “anugerah-Nya”,
Untuk itu asah dan manfaatkanlah “passion” mu sebagai bentuk rasa syukurmu.


Rabu, 20 Januari 2016

0 diary part#20 (Buatlah Hidupmu KECANDUAN)


Dalam beberapa kesempatan baik dalam seminar maupun buku yang saya baca, semua sepakat bahwa “kegiatan yang dilakukan selama 40 hari berturut-turut” akan menjadi “kebiasaan !!.

Akhirnya saya mencoba menerapkan teori tersebut dengan berusaha “menulis” artikel kecil di web kelolaan pribadi.. dan hasilnya “CUKUP 20 Hari, saya sudah KECANDUAN”.

Pada artikel ini, saya hanya mau menyampaikan, bahwa saat kita tak memiliki “kecintaan” terhadap apa yang “harus” dilakukan, ya harus ada “pemaksaan” untuk menjadikannya kebiasaan !! (Butuh 40 hari).

Namun jika kita “mencintai” yang kita lakukan, untuk mencapai konsistensi “cukup 20 hari” untuk menjadikan kita “kecanduan”.. ini yang biasa disebut PASSION.

So,
Carilah hal positif yang anda cintai, coba saja lakukan 20 hari berturut-turut tanpa terputus. Buktikan sendiri bahwa anda akan “kecanduan” !!

Yang suka baca buku, coba lakukan 20 hari tanpa putus !! Alhasil anda akan merasa “kurang” jika belum baca.

Apapun itu selagi positif, tak perlu ragu !! Lakukan mulai detik ini juga disertai komitmen , hidupmu akan jauh lebih bergairah bahkan menebar manfaat buat sesama.

Allah lebih suka hal positif yang dikerjakan dengan konsisten walaupun kecil, dibandingkan hal positif besar namun hanya sesekali


Senin, 18 Januari 2016

0 diary part#19 (Aturan 10.000 Jam)


Adalah Andres Ericsson dkk yang telah menemukan teori “10.000 jam” yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi ekspert atau ahli dalam suatu bidang.

Hasil yang didapat dari penelitian di “academy music” membuktikan bahwa orang yang berlatih “mengasah” kemampuannya selama 10.000 jam dapat dipastikan menjadi ekspert.

Secara umum, di Eropa orang mengalokasikan 3 jam/hari untuk berlatih mengasah kemampuannya, dan jika dijadikan tahun, maka dibutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi “The Real Expert”.

Siapa contohnya???
The Beatles dalam waktu 10 tahun mampu menjadi band papan atas yang namanya harum hingga kini.

Bill Gates dalam waktu 7 tahun mampu menjadi ahli pemrograman di usia 20 tahun !! Kenapa bisa 7 tahun?
Ya, karena sejak usia 13 tahun, dia mengasah kemampuannya sehari bisa sampai 5-7 jam !! sehingga dia bisa mencapai 10.000 jam nya lebih cepat !!

Point :
Jika ada orang yang bertanya, “saya sudah 15 tahun kerja sebagai editor di perusahaan X, kok belum bisa ekspert?”

Ya, karena kegiatan “mengasah kemampuan” yang dimaksud bukanlah hanya sekedar rutinitas saja, namun dari hari kehari selalu ada “langkah menuju ilmu dan skill” baru untuk menju ekspert.

Saya benar-benar malu saat membaca “pengetahuan ini”, karena apalah yang sudah dilalui dalam hidup ternyata belum memiliki tujuan “mencapai” nilai MENUJU EXPERT !!

So,
Ayo segera temukan “tujuan” kita mau jadi “ekspert” di bidang apa?? Dan “asah” sekarang juga !!! segera capai 10.000 jam mu.


Jumat, 15 Januari 2016

0 diary part#18 (Bergerak Maju)


Kalimat yang diukir Martin Luther King benar-benar menyihir saya, *simple but powerful*.
“Jika anda tak dapat terbang, berlarilah.. jika tak dapat berlari, jalanlah.. jika tak dapat berjalan, merangkaklah.. apapun yang anda lakukan, tetaplah BERGERAK MAJU”

Saya sepakat bahwa salah satu ciri manusia atau makhlukNya masih hidup adalah *bergerak*, karena menandakan bahwa masih ada energi yang Allah titipkan kepada kita.
Bahkan alat “Electro Cardio Graph” memunculkan gambar detak jantung untuk menandakan bahwa anda masih hidup, ya “gerakan” lah yang menandai kita masih hidup.

Sekarang jika ditanya, bagaimana cara bersyukur???
“cara mensyukuri berkahNya adalah dengan optimalkan apa yang kita miliki”

Secara sederhana saya menyebutnya “Ubah Energi 3 tingkat”.
Ya, sejalan dengan apa yang diungkap ilmuwan inggris (James Prescott Joule) bahwa “energi tak dapat diciptakan atau dimusnahkan” yang ada hanya dapat kita ubah atau konversi energi tersebut.

Apa itu “Ubah Energi 3 Tingkat” ??
Cobalah sobat susun untuk apa energi kita.
Contoh:
Saya diberi energi oleh Tuhan hingga dapat melihat, energi saya pakai untuk baca buku, setelah itu saya tuangkan dalam tulisan apa inti yang saya baca, setelah itu saya sampaikan isi itu tak hanya dalam tulisan tapi dengan bercerita kepada orang lain.

Nah itulah Ubah Energi !!!
Lihat-> Baca-> Tulis-> sampaikan.
Setidaknya ada 3 tingkat mengubah energi agar apa yang kita punya (gratis dari Allah) bisa maksimal dan manfaat buat yang lain.

Ingat yang disampaikan Rasulullah SAW “khoirunnas anfauhum linnas”.
yakni “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”.

So,
Saatnya kita ungkapkan syukur dengan cara “Ubah Energi” dengan hasilkan gerakan-gerakan yang manfaat.

Kita diciptakan bukan tanpa alasan Tuhan.
Kita diberi raga untuk membuktikan bahwa nilai kita sangatlah berharga.
Kita diberi nyawa bukan untuk abaikan makna takwa.

SAATNYA UBAH ENERGI KITA !!!
Karena hanya manusia yang “bergerak” menunjukkan bahwa kita hidup dan bersyukur...


Rabu, 13 Januari 2016

0 diary part#17 (Pejuang vs Pecundang)


Secara sederhana, saya bisa membedakan manusia dengan 2 tipe, yang pertama adalah “pejuang” dan yang kedua adalah “pecundang”.

Pejuang !!
Mereka adalah manusia dengan mental yang selalu berfikir bahwa “setiap kejadian, bahkan masalah yang saya hadapi adalah peluang”.

Walaupun saya tak bisa menggapai tujuannya, setidaknya masalah-masalah yang ada saat ini menjadi “peluang” dalam bentuk pelajaran yang begitu berharga untuk esok.

Pejuang selalu berfikir “tak pernah ada waktu yang tak mengandung peluang”, tokoh besar sudah banyak mencontohkan “masalah” dapat dijadikan peluang.

Lalu, siapa “Pecundang” ?
Ya, mereka yang selalu menganggap lingkungan menjadi “tak pernah” berpihak padanya. Mereka selalu mengutuk keadaan, mencaci orang yang diatasnya, bahkan yang parah menganggap Tuhan tak adil.

Pecundang selalu membunuh pikiran yang berisi “peluang”, karena semakin sering dilatih berpikir “negatif”, alhasil itulah yang dipanen nya.

So,
Sahabat-sahabat ku, hidup ini terlalu indah jika hanya diisi oleh “keluhan”, karena saya yakin jumlah “nikmat” Tuhan terlalu besar dibanding dengan “keluhan” atau masalah kita.

Andaikan setiap mengeluh Tuhan mencabut 1 nikmatnya, jangan-jangan saat ini kita tak mampu beraktifitas apa-apa lagi.

Yuk !! Selalu pandang bahwa “masalah” adalah peluang,
Karena yang ada di otak kami adalah mental sang “pejuang” !!!


Senin, 11 Januari 2016

0 diary part#16 (Bunuh Minder)


Dari banyak sikap dan sifat yang paling bahaya jika menghinggapi kita, penyakit “minder” sangatlah memiliki daya “rusak” luarbiasa seakan menggerogoti nilai semangat

Minder atau biasa disebut “gak pede” ini pasti pernah dialami oleh semua orang dalam menghadapi suatu “tantangan”, namun bagaimana besarnya “minder” ini yang berbeda-beda.

Apa penyebabnya minder sebenarnya diri anda sendiri yang jauh lebih paham penyebabnya (muncul dari kata hati).

Namun jika kita telaah, biasanya minder tumbuh subur saat orang “kurang atau tidak memiliki kesiapan”, “baru pertama kali terjun di sebuah kompetisi”, “bayangan gagal yang menghantui”.

Nah sekarang.. Ini sedikit kalimat yang mudah-mudahan bisa membuat anda memiliki senjata kuat untuk “membunuh” rasa minder tersebut.

1. Kita itu unik
Ingat!! Kita ini diciptakan unik oleh Tuhan YME, dengan susunan DNA yang spesifik kita miliki.
So, bersyukurlah atas keunikan kita dan yakinlah bahwa kemampuan yang ada adalah anugerah.
Bagaimana bersyukur?? Ya asah kemampuan, latih terus.

2. Buat apa takut
Kalalu memang takut itu muncul di depan sebelum “pertandingan” kenapa kita pilih??
Padahal semua belum terjadi, malah kita membuat “imajinasi” yang kadang gak logis (baca: minder).

3. Ingat kata mbah “Einstein”
Intinya, kalo mau gak pernah gagal?? Ya bersiaplah untuk jadi orang yang gak pernah nyoba hal baru. Insyaallah dijamin “basi”.

4.Lebih sering berkompetisi
Cara membunuh paling manjur dengan biasakan berkompetisi, mau kalah mau menang, teruslah berkompetisi positif. Malah kalau sudah biasa, justru “kompetitor” sebenarnya adalah guru terbaik.

So,
Jangan beri “makan” rasa mindermu, segera bunuh dengan 4 langkah diatas.
Insyaallah kita bisa lebih PeDe.


Sabtu, 09 Januari 2016

0 diary part#15 (Prinsip 10/90)


Ini merupakan pengetahuan yang luar biasa dan anda pasti sudah banyak yang mengetahuinya. Adalah Stephen Covey yang mengutarakan teori yang cukup “fenomenal” yang dia beri nama “10/90 principle”.

Apa itu prinsip 10/90 ??
Secara sederhana artinya adalah hanya 10% saja sesuatu yang (tidak bisa dikendalikan kita) dan 90% nya merupakan (hal yang bisa dikendalikan kita).

Apa fenomenanya ??
Dalam kehidupan kita, 10% adalah takdir atau keadaan yang kita alami, dan itu semua merupakan hal yang tak bisa kita kendalikan, karena itu benar-benar kuasaNya.
90% nya adalah “cara kita menyikapi yang 10%”.
Dan itu semua bisa kita kendalikan, karena 90% itu ada di tangan kita masing-masing.

Jika ada “masalah” yang sama menimpa 2 orang yang berbeda, bisa jadi 2 orang itu menanggapinya sangat berbeda, ada yang menanggapi dengan “keluhan dan selalu pesimis” dan ada pula yang menanggapinya dengan “optimis, menganggap sebagai peluang, dan positive thinking”

So,
Ingat!! Kesuksesan kita sangat sangat didominasi oleh 90% yang ternyata ada pada diri kita masing-masing.

Berlatihlah mengasah kemampuan dalam menanggapi “masalah” dengan bijak dan positif, agar 90% kita merupakan mental luar biasa yang selalu berprinsip hebat “nyalakanlah lilin daripada mengutuk kegelapan”.


Kamis, 07 Januari 2016

0 diary part#14 (Selalu Ada 2 Pilihan)


Pada dasarnya, kita juga pernah belajar tentang antonim (lawan kata) sewaktu SD dulu.. bahkan gak jarang muncul di soal psikotest masuk kerja.

Dan memang benar, bahwa dalam hidup ini kita selalu dihadapkan pada 2 pilihan, selalu 2, ya “dua” :

Mau malas atau rajin ???
Mau tidur atau bangun ????
Mau diam atau bergerak ????
Mau lambat atau cepat ????
Mau kasar atau lembut ????

Ya semuanya selalu dihadapkan dalam 2 pilihan.. dan kami menyebutnya “Pertarungan”, selau ada Menang dan Kalah !!! Tanpa draw.

Bahkan saat pikiran kita didatangi godaan melakukan kesalahan pun selalu dihinggapi pilihan “YA lakukan atau TIDAK lakukan”.

Dalam hal beribadah pun selalu muncul pikiran-pikiran “Ya atau Tidak” :
1. Mau shalat tepat waktu atau nanti sajalah, kerjaan nanggung.
2. Mau sedekah banyak atau ah sedikit dulu saja kebutuhan saya maaih banyak.

Atas 2 pilihan yang selalu muncul dalam setiap kejadian kita, dibutuhkan keputusan TEGAS dan CEPAT dalam bertindak.

Ini seolah simple, tapi perlu saya share untuk bahan kita bersama memenangi pertarungan pikiran kita sendiri.. ini tips nya :

1. Dalam hal “kebaikan”, segera tentukan YA !! LAKUKAN !! dan tak perlu pikir panjang.
2. Dalam hal “Keburukan”, segera katakan TIDAK dan cari kegiatan positif lain untuk mengalihkan.

Kita terlalu sering memberikan toleransi untuk bertindak, sehingga potensi untuk tidak jadi atau menunda melakukan kebaikan semakin besar.
Kita terlalu sering beri kompromi untuk berfikir menolak keburukan, sehingga terjadilah keburukan itu.

So,
Mulai saat ini.. yuk saling mengingatkan untuk menjadi pribadi yang TEGAS memilih dalam bertindak, kurangi waktu toleransi jika memang baik segera lakukan dan jika buruk, segera tinggalkan.
Selalu dengarkan hati nurani..

Hidup kita saat ini adalah hasil penjumlahan dari pilihan-pilihan yang kita ambil di masa lalu. -Wayne Dyier-


Senin, 04 Januari 2016

0 diary part#13 (Keinginan vs Kebutuhan)


Tiap dari kita pasti pernah mengalami “peperangan” di pikiran dan hati antara “butuh” atau “ingin” dan dilema ini sering menghantui biasanya dalam kondisi yang “menggiurkan”.

Kita perlu pikiran yang benar-benar jernih dan logis untuk lebih memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan, dan kebutuhan yang harus memiliki manfaat jangka pendek atau jangka panjang.

Salahkah mendahulukan keinginan???
Tidak ada yang salah, selagi kondisi kita memungkinkan dan sangat mencukupi melaksanakan “kebutuhan”, memang kita perlu memanjakan “keinginan”.

Namun,
Disaat kondisi kita “pas”, perlulah kita memprioritaskan kebutuhan diatas keinginan semata, karena kebutuhan itu cenderung lebih memiliki manfaat yang lebih jika dibandingkan hanya keinginan belaka.

Saat anda memiliki “rupiah” tertentu, jika dihadapkan pilihan “beli gadget terbaru” atau ikut “seminar bermanfaat”, manakah yang anda pilih?

Jawabannya, ada di tangan anda !! dan jadikan pilihan anda adalah konsekuensi yang akan anda terima dikemudian hari.

Dalam skala kepentingan, para ahli membagi jadi 4 jenis tujuan :
1. Tak Penting - Tak Mendesak
2. Penting - Tak Mendesak
3. Tak Penting - Mendesak
4. Penting - Mendesak

Tak perlu kesulitan untuk menentukan mana yang perlu didahulukan, intinya selagi kita bisa menuruti “keinginan” dan “kebutuhan”, maka pergunakanlah kesempatan keduanya dengan bijak.

Namun selagi kita disuruh memilih salah satu, pastikan pilihlah “Kebutuhan” yang sesuai dengan visi misi hidupmu.


Kamis, 24 Desember 2015

0 diary part#12 (HBD My Brother)


Untuk adikku selamat ulang tahun, semoga sehat selalu dan panjang umur.
Semoga dirimu selalu ada dalam lindungan Tuhan dan selalu bahagia.

Seiring doa ku semoga hidupmu selalu penuh kebahagiaan dan semoga impianmu menjadi kenyataan.
Bukan tentang bertambahnya usiamu, tapi tentang bertambahnya pengalaman dan kebijakan dalam menjalani hari-hari berikutnya.
Kadang hidup memang penuh perjuangan yang keras tetapi aku harap engkau selalu kuat dan berjuang.

Semoga akal semakin luas dan cerdas, semoga hati semakin bersih dan bijak, semoga jasad semakin cekatan dan terampil dalam berbuat kebajikan.

Berbakti sama orang tua, itu saja permintaan dari kakakmu ini.
Jangan tiru kelakuan kakakmu ini yang sudah sangat mengecewakan kedua orang tua kita.

Maaf aku gak bisa jadi kakak yang baik untukmu, tapi percayalah ku kan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Jangan buat papa mama kecewa, berikan yang terbaik yang bisa kau berikan.
Aku akan selalu mendukungmu.

“Happy Birthday My Brother”

Selasa, 22 Desember 2015

0 diary part#11 (Anak Kecil Guru yang Hebat)


Kenapa anak kecil banyak disukai orang-orang selain gayanya yang “unyu-unyu”.
Dibalik itu semua, kita seharusnya banyak berguru dengan sifat anak kecil karena mereka hebat :

A. Selalu Jujur
Anak kecil kalau merasa tersakiti ya nangis, kalau lucu ya ketawa, dan apapun yang dia ingin pun dirasakannya dia akan ungkapkan.
Ini pelajaran buat kita, bahwa kejujuran menjadi hal utama untuk menjadikan pribadi yang bernilai.

B. Pantang Menyerah
Tak ada seorang balita yang belajar jalan, lalu jatuh kemudian dia bilang “udah ah gak mau belajar jalan, capek pasti jatuh”.
Anak Kecil mengajarkan kita bahwa pesimis adalah bagian dari manusia yang “tak mensyukuri” arti proses.

C. Membahagiakan
Semua gerak dan laku anak kecil selalu mengundang tawa orang-orang di sekitarnya.
Begitupun kita, hendaklah melakukan beberapa kegiatan yang mampu menciptakan kebahagiaan lingkungan sekitar.

D. Loyalitas
Tak diragukan, anak kecil memiliki kecenderungan suka terhadap sesuatu.. misal “balita suka mobil-mobilan”, apapun jenis mainan yang ditawarkan ke dia, pasti dia pilih mobil-mobilan.
Loyalitas diperlukan kita untuk menggapai tujuan besar dan membentuk karakter “keunikan” seseorang.

E. Bermimpi Liar
Anak kecil tak pernah takut ungkapkan ingin jadi apa nanti kalau besar, mereka tak peduli apa rintangan yg ada didepan.
Layaknya kita tetap berani “bermimpi liar” dengan letupan semangat wujudkannya.

5 hal diatas adalah sifat dan sikap yang dapat kita ambil dari “anak kecil” sang guru yang hebat.
Itulah kenapa anak kecil selalu mengundang rasa yang menyenangkan, menenangkan, dan membuat rindu orang di sekitarnya.


Minggu, 20 Desember 2015

0 diary part#10 (Tau - Mau - Mampu)


3 kata yang menjadi judul ini saya dapat dari cerita seminar training tentang “softskill”.

Sangatlah benar jika kombinasi “Tau-Mau-Mampu” merupakan serangkaian kata sakti jika kita bisa pegang benar untuk dijadikan “ruh” yang ada di otak dan perilaku kita.

Proses yang paling awal adalah, kita “tau” terhadap sesuatu, baik itu kita “tau” akan solusi dari permasalahan, “tau” bagaimana seharusnya yang kita lakukan, “tau” harus bertanya pada siapa.

Setelah kata “tau”, semua tak akan berdampak pada perubahan jika tidak dikonversi menjadi “mau”.

“Mau” kah kita melakukan, mencoba, bahkan mendorong orang lain untuk ikut juga mewujudkan solusi atau cara yang sudah kita “tau” harus di”apakan”.

Banyak orang “tau” bagaimana cara menjadi sukses, yaitu lewat kerja keras, belajar keras, dan evaluasi terbaik. Namun tak semua orang “mau” menjalankan aktivitas yang sebenarnya sudah diketahui memang itu “jalannya”.

Setelah “tau” dan “mau”,
Kita pasti “mampu”, karena dengan keteguhan dan komitmen melakukan “mau” nya, Tuhan pasti me“mampu”kan kita untuk menjadi apa yang diinginkan.

Yang membedakan orang “besar” dan orang “biasa-biasa” sebenarnya bukan berada di kata “tau”, tapi hanya beda di kata “mau” tidak kita melakukan langkah menjadi orang “besar”.

Masih ingat kan, bahwa Allah mengubah nasib suatu kaum jika mereka “mau” mengubahnya. (QS. Ar-Rad ayat 11)

So,
Saya yakin kita terlahir bukan untuk menjadi orang yang “biasa-biasa”, karena saat ini Tuhan menitipkan dunia pada orang yang “luar biasa”.

Asal kita “TAU” - “MAU” - pasti “MAMPU”


Jumat, 18 Desember 2015

0 diary part#9 (Filosofi Akar)


Kau tau bagaimana fungsi akar bagi sebuah tumbuhan??
Kau tau dimana dia berada??
Kau tau apa yang diperbuat di tiap detiknya??

Dalam memandang kekokohan sebuah pohon besar, kita selalu memuji betapa kuat dan besarnya pohon itu menjulang tinggi, beranting rindang dan berbuah lebat.

Bahkan semua mata akan tertuju pada fisik yang kokoh dan gagah itu, dimana semua bisa tumbuh disekitarnya.

Ternyata !!
Kita lupa bahwa dibalik kekokohan pohon, manisnya buah, dan indahnya bunga, selalu ada bagian inti yang bernama “akar”.

Akar tak pernah terlihat namun dia tak pernah berhenti menjalankan fungsi nya menyalurkan sari makanan dan air dari tanah.

Akar berada dalam gelap dan terkadang harus menembus bebatuan keras hanya untuk tetap menjaga asupan makanan bagi batang, daun, dan buah.

Akar, merupakan pondasi yang mencengkram tanah untuk menjaga agar angin yang besar pun bisa dia tahan demi kemegahan pohon tetap berdiri.

So,
Belajarlah dari akar, dimana tanpa ada orang yang melihat, dia tetap berfungsi sangat baik karena memahami Tuhan menaruhnya untuk berbagi manfaat bagi yang lain.

Akar tak butuh di “sanjung’, namun dia tetap ikhlas menyokongg bagian lain, karena dia yakin hanya dengan menjaga amanah Tuhan, dia akan meninggalkan jejak “cerita” yang indah.

“Berikan yang terbaik, kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun lingkungan kita, karena tak lain tujuan hidup ini hanyalah tentang berbagi kebahagiaan”


Rabu, 16 Desember 2015

0 diary part#8 (Sifat Ilmu = Sifat Air)


Saya pernah mengunjungi air terjun di daerah Malang untuk sekedar liburan.

Air terjun turun sangat deras tanpa henti dan entah kenapa, pertanyaan aneh pun muncul “kapan berhentinya air ini??? jarang hujan pun derasnya masih sama”.

Dan memang, semakin deras yang dikucurkan, nilai wisata air terjun jauh semakin tinggi, bahkan bisa menjadi andalan dunia seperti air terjun Niagara di perbatasan Amerika dan Kanada.

Lantas, apa hubungannya “sifat air dan sifat ilmu”

Point :
Ilmu itu seperti sifat air, jika seseorang mau mendapatkannya posisikanlah kita di tempat yang lebih rendah, karena air pasti mengalir dari tempat tinggi ke rendah.

Begtupun ilmu, itulah kenapa banyak pepatah, “jangan kau merasa tinggi hati, karena hanya orang yang rendah hati yang mampu menerima ilmu dengan baik”.

Belajarlah dari semua orang, bahkan makhluk Allah lainnya, selagi kita rendah hati, ilmu pun akan mengalir pada kita.

Di sisi lain, air pun jika tidak pernah dialirkan akan semakin buruk kualitasnya, itulah kenapa semua minuman kemasan bahkan air untuk mandi pun memiliki “waktu kadaluarsa” untuk digunakan.

Ilmu pun sama, semakin seseorang tidak mengalirkannya ke orang lain, tentulah kualitas ilmu didalam diri kita bukannya menjadikan semakin hebat, malah bisa-bisa kita “keracunan” karena tetep mengkonsumsi “barang kadaluarsa”.

So,
Sekarang insyaallah kita bisa paham dengan baik apa yang dibilang Rasull bahwa “ilmu yang bermanfaat” adalah salah satu amal yang tidak pernah putus walau kita sudah dipanggilNya”.

Yuk kita alirkan apa yang pernah kita tau, lewat apapun dan bagaimanapun itu, ALIRKAN “AIR” kita.

Dan semakin “deras” kita mengalirkan ilmu, semakin tinggi nilai kita di hadapanNya layaknya perumpamaan air terjun tadi.


Senin, 14 Desember 2015

0 diary part#7 (Mimpi Tanpa Eksekusi)


Memang benar bermimpi itu bebas dan Allah maha mendengar atas apapun yang dicita-citakan hambaNya. Namun mimpi tanpa eksekusi hanyalah mimpi.

Benar bahwa Tuhan itu maha mendengar dan mudah bagiNya mewujudkan mimpi kita, namun apabila tanpa eksekusi (usaha) dari kita, apa iya kita pantas menerimanya dengan cuma-cuma.

Jangan bicara Tuhan tak adil jika mimpi kita belum tercapai, justru kita lah yang perlu introspeksi sudah cukup keras, cerdas dan ikhlas kah usaha yang dilakukan.

Banyak orang (termasuk saya) yang sering merasakan drop, gak yakin, dan berasa ingin mundur atas mimpi yang masih seakan-akan berat untuk dicapai.

Sebenarnya rasa pesimis itu bisa kita bunuh jika kita membiasakan diri melakukan “aksi” atau “eksekusi” mimpi kita walaupun sedikit demi sedikit.

Jangan berfikir melangkah besar jika langkah kecil saja belum pernah dilakukan,

So,
Mari kita melangkah, melangkah, dan melangkah agar diri kita ini merasa yakin bahwa sebenarnya kita tak hanya pandai menyusun mimpi, namun pandai pula lakukan eksekusi menuju mimpi.

Ibaratnya angka, aksi yang kita lakukan adalah pengali nya, jika kita tak pernah lakukan aksi, otomatis pengali dari mimpi adalah “0”.

Mimpi Besar x 0 = 0

Semangat !!! Dan kejar selalu mimpi kita !!!

Think big, do small, and act now !!


Sabtu, 12 Desember 2015

0 diary part#6 (Visualisasikan Mimpimu)


Salah satu tanda seseorang masih hidup adalah bersemayamnya “mimpi” dari orang tersebut.. karena mimpi lah yang membuat pacuan darah ini mengalir untuk mengejar.

Lantas, jika orang yang mengalir tanpa mimpi??
Itulah disaat orang sebenarnya “mati suri”, secara raga ada namun secara “hasrat” hidup, nyaris kosong.

Banyak juga diantara kita yang “terjebak” dalam rasa pesimis setelah menentukan mimpi, yang paling sering muncul adalah pertanyaan “saya bisa gak ya?”, “kapan ya ?”, dll.

Ada sedikit tips untuk anda, bagaimana kita bisa memacu lagi mimpi yang sudah di “pasang” dalam niat, dan kita kembali menggebu-gebu mengejarnya.

Ya, Visualisasikan Mimpi !!
Caranya sangatlah mudah, anda hanya berusaha membayangkan saat mimpi itu tercapai, gambar atau tulis lah dalam suatu media, dan taruh lah dimanapun anda bisa melihat.

Ini terrlihat sepele,
Namun akan memiliki impact luar biasa untuk menjaga “semangat” dan membuang jauh kemungkinan rasa pesimis apalagi menyerah dalam mengejarnya.

Masih ingat kalimat fisikawan Albert Einstein ??
“Imajinasi jauh lebih penting dari ilmu pengetahuan”.

Ya, saat kita kuat mengimajinasikan mimpi kita, ilmu pengetahuan akan mengikuti dengan sendirinya sejalan dengan usaha-usaha kita meraih mimpi besarnya.


Selasa, 08 Desember 2015

0 diary part#5 (Setengah Isi atau Setengah Kosong)


Di ilhami dari buku luar biasa dan bisa jadi rujukan untuk anda beli. Buku dengan kumpulan cerita inspiratif ini sangat memiliki “isi” yang luar biasa, termasuk cover dan judul buku yang membuat saya tertarik membahas “gambar” nya.

Apa gambar covernya???
Gambarnya cukup sederhana yaitu “gelas berisi separuh air”
Dan jika saya tanya anda, apakah gelas itu dikatakan “setengah isi, atau setengah kosong?”

Cara pandang kita terhadap gelas yang berisi separuh air pasti bisa berbeda-beda, ada yang menyebut setengah isi atau setengah kosong, namun dalam hal “pemaknaan”nya, bisa dijelaskan sbb:

“setengah isi”
Selalu berfikirlah dan bermaindset bahwa kita ini memiliki (isi) baik ilmu pengetahuan, bakat, keahlian, dan apapun yang orang lain gak akan pernah punya.
Percaya diri lah dalam berkompetisi di lingkungan anda, karena kita pasti memiliki (separuh isi) yang unik dan berbeda dari yag lain.
Loh kok cuma separuh?? (sabarr bakal dijelaskan)

“setengah kosong”
Artinya, selalu ada ruang kosong dalam diri kita yang gak akan penuh diisi oleh ilmu, pengetahuan, saran, dan berbagai pelajaran kehidupan dari siapapun.
Itulah kenapa kita tak boleh merasa berisi “penuh”, karena gelas yang penuh justru gak bisa nerima air (ilmu) sedikitpun, yang ada malah tumpah.

So,
Mari menjadi manusia yang selalu PeDe atas “isi” kita, namun tak tinggi hati karena kita selalu punya ruang “kosong” yang siap diisi hal positif dimanapun, kapanpun, dan dari siapapun.